DANELSPACE

Media berbagi Tips, Info Menarik dan Seputar Pengalaman Hidup.

Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Emosi Orangtua Berpengaruh Terhadap Perkembangan Otak Anak

Pakar Neurosains dari Komunitas Neuronesia Dr Amir Zuhdi mengatakan, emosi orangtua dalam proses pengasuhan sangat memengaruhi perkembangan otak anak, serta prestasinya pada masa depan.

"Lingkungan yang destruktif seperti emosi orangtua dapat menghambat perkembangan otak anak. Oleh karenanya diperlukan keterampilan orangtua dalam mengelola kemarahan dalam proses pengasuhan anak," ujar Amir dalam seminar di Jakarta, Minggu (31/1/2016).

Pengasuhan anak yang baik hendaknya berbasis perkembangan otak, karena otak anak tersebut berkembang bertahap. Pengasuhan yang baik menjadi stimulasi bagi perkembangan otak anak.

Pada otak terdapat sirkuit saraf otak yang mengatur sistem pengasuhan. Sirkuit tersebut bernama "otak pengasuhan" yang terdiri dari Sistem Limbic, Cortex PreFrontal, Lobus Parietalis, Lobus Temporalis, Lobus Temporalis, Lobus Occipithalis, dam Cerebellum serta Batang Otak.

Masing-masing "otak pengasuhan" itu berkembang secara bertahap dan mengasuh sesuai dengan perkembangan otak anak.

"Anak yang berusia nol sampai 13 tahun, harus diasuh pada pengasuhan emosi. Anak seusia tersebut telah mengenal berbagai jenis emosi seperti marah, sedih, cemas, gembira, dan cinta," jelas dia.

Orang tua, lanjut dia, harus memahami cara dasar penanganan emosi yang muncul pada dirinya. Jika tidak, maka ketidakmampuan mengelola emosi akan mengganggu prestasi hidupnya.

"Mengasuh anak dengan melibatkan seluruh panca indera dapat memengaruhi kualitas penyerapan informasi yang terproses dalam otak anak."

Anak pada usia tersebut juga harus diberi berbagai macam stimulan yang baik. Lingkungan yang kaya dan variatif dengan permainan membuat otak anak berkembang pesat.

Selain itu, pemberian makanan dengan kualitas gizi yang baik merupakan amunisi penting bagi otak anak tersebut.

Dikutip dari: bisinis.com

Read More...

Buah Naga Untuk Bayi


Khasiat  buah naga untuk kesehatan bayi - Khasiat buah naga memang dikenal sangat baik bagi kesehatan tubuh manusia. Buah yang memiliki bentuk eksotis mulai digemari dan dicari para pecinta buah karena khasiatnya untuk kesehatan tubuh. Buah naga mempunyai beberapa jenis: merah, hitam, kuning, putih dan ungu menjadi unggulan karena memiliki citarasa yang manis serta segar.

Manfaat buah naga untuk kesehatanManfaat buah naga

Khasiat buah naga menjadi manfaat semua kalangan usia tak terkecuali  untuk bayi. Karena  di dalam 100 gram buah naga memiliki kandungan gizi yang dapat menunjang pertumbuhan sang bayi yakni kandungan protein,vitamin, mineral, serat, lemak, kalsium, karoten, riboflavin, fosfor, lemak, dan karoten. Dimana semua kandungan baik tersebut sangat diperlukan bagi bayi karena menunjang proses pertumbuhan.

Khasiat  buah naga untuk bayi : 

1.Tingginya kandungan vitamin dan mineralnya membuat buah ini semakin naik pamornya dan dianjurkan untuk berbagai kalangan usia termasuk untuk bayi.  Membiasakan anak  sejak dini untuk mengkonsumsi buah naga akan menguatkan sistem imun dan membantu meningkatkan daya kerja otak.  Anak menjadi lebih cerdas dan terlindung dari berbagai penyakit.


2.Kandungan vitamin C yang tinggi dan antioksidan  menjadikan buah naga bermanfaat untuk menangkal radikal bebas. Teksturnya yang lembut sangat cocok dikonsumsi bayi. Misalnya, dengan diolah menjadi bubur. Yakni dengan merebus buah naga dicampur pisang hingga lunak, kemudian dihaluskan. Dapat ditambahkan susu dan aduk hingga rata. Sajikan sebagai bubur setelah dingin.


3.Kandungan lain yang baik untuk kesehatan mata dan menguatkan otak adalah karotin. Selain itu karotin juga dapat mencegah masuknya berbagai penyakit kedalam tubuh. Manfaat buah naga untuk bayi kali ini dapat anda siasati dengan menyajikannya menjadi jelly buah naga. Karena masih bayi maka untuk pengkonsumsiannya anda dapat menghaluskan jelly buah naga kemudian baru anda berikan kepada bayi anda. Sehingga aman untuk pencernaannya yang masih lembut.


Efek samping mengkonsumsi buah naga sejauh ini belum ada, sehingga manfaat buah naga untuk bayi sangatlah berdampak baik bagi tumbuh kembang sang bayi. Tunggu apalagi segera rasakan khasiat buah naga. Dengan rutin mengonsumsinya maka  bayi anda sehat, masa depan pun akan cerah

Sumber:Manfaatbuah-daun.blogspot


Read More...

Amankah Bayi Menggunakan Baby Walker?

Banyak alasan yang mendasari keinginan membeli baby walker. Umumnya ditujukan untuk melatih bayi menggunakan otot kaki. Ini kerap menjadi alasan utama. Dalam praktiknya banyak juga ibu menjadikan baby walker sebagai alternatif permainan untuk menyibukkan bayi saat ibu melakukan kegiatan lain, atau menjadi alat bantu yang membuat bayi merasa fun dan anteng saat diberi makan. Namun banyak juga orang tua yang membeli baby walker hanya karena lantaran ikut-ikutan tetangga atau teman.

Dr. Karel A.L. Staa, MD, spesialis anak dari RS Pondok Indah Jakarta mengatakan setidaknya ada dua hal yang perlu disorot dalam memutuskan apakah akan menggunakan baby walker atau tidak. Pertama soal keamanan, dan kedua soal perkembangan motorik anak.

Tidak Aman
Fakta yang ada menunjukkan penggunaan baby walkercenderung membawa dampak negatif pada tumbuh kembang bayi, bahkan menjurus pada keadaan yang bisa membahayakan keselamatan anak.

American Academy of Pediatric (APP) mengungkapkan bahwa pengunaan baby walker bisa mendatangkan kecelakaan atau cedera pada bayi. Di tahun 1999 di Amerika Serikat dilaporkan sekitar 8.800 bayi usia 15 bulan masuk rumah sakit karena menggunakan baby walker. Dan dalam rentang tahun 1973-1998 tercatat 34 bayi meninggal karena alat ini. Tak terelakkan, fakta ini membuat baby walker menuai pro dan kontra selama berbilang tahun.

Memang ada banyak anak memakai baby walker dan aman-aman saja. Sebaiknbya jangan buru-buru mengambil kesimpulan sebelum mendengar pendapat ahli.  Karel  mengatakan kata “aman-aman saja” tidak bisa dijadikan patokan bahwa baby walker benar-benar aman untuk anak. “Ibarat berjalan di lantai yang licin. Ada anak yang terjatuh ada yang selamat. Toh, kita tidak bisa mengatakan lantai licin itu tidak berbahaya bagi anak. Begitu juga dengan penggunaan baby walker,” kata Karel.

Salah satu penyebab kecelakaan ketika menggunakanbaby walker adalah anak dapat bergerak leluasa, sehingga bisa menggelinding di tangga, terjepit daun pintu, atau menjangkau benda-benda berbahaya bagi anak (seperti gunting, pisau, gelas berisi air panas). Ada juga orang tua yang berpendapat bahwa boleh saja menggunakan baby walker selama anak diawasi. Kenyataannya penelitian menunjukkan mayoritas kecelakaan akibat baby walker terjadi disaat anak dalam pengawasan orang tua maupun pengasuh. Ini karena baby walker memungkinkan anak bergerak cukup cepat, rata-rata 1-3 meter perdetik. Anak terlanjur bergerak ke arah yang membahayakannya sebelum pengawas sempat menghentikannya. 

Masalah Motorik
Banyak orang tua berminat membelikan baby walker karena propaganda yang mengatakan alat ini bisa membuat bayi cepat pandai berjalan. Kenyataannya tidak demikian. Karel mengatakan baby walker berpotensi mengganggu perkembangan motorik kaki anak. Sebab, untuk bergerak anak hanya perlu menggunakan sebagian serabut motorik otot kaki. Misal dengan menggerakkan ujung jari dan mengandalkan otot-otot betis, dalam posisi duduk sekalipun, anak bisa berpindah tempat.

Sementara untuk bisa berjalan dengan benar dan lancar, anak perlu melatih otot paha dan pinggul. Dan ini sering tidak terpenuhi bila anak dibiasakan bermain dengan baby walker. Akibatnya otot tungkai tidak terlatih untuk menyangga tubuh anak saat berjalan. Anak jadi sering jatuh. Hal ini bisa menimbulkan trauma yang membuat anak takut melangkah, dan akhirnya membuat dia lambat pandai berjalan. Ditambah lagi ada efek psikologis yang membuat anak malas berjalan mandiri karena baby walkermembuatnya terbiasa bergerak ke sana kemari tanpa susah payah menjejakan kaki di lantai.

Baby walker juga dicurigai sebagai salah satu penyebab kelainan kaki pada anak. Pasalnya duduk mengangkang di dalam baby walker bisa menyebabkan kelainan tulang paha. Para ahli menduga banyaknya anak berjalan seperti bebek atau mengangkang karena pengaruh baby walker. 

“Bila ingin melatih motorik kaki, lebih baik anak dilepas di lantai dan belajar berjalan secara alami dengan kaki terlanjang,” kata Karel. Cara ini bisa melatih seluruh serabut motorik otot, mulai dari otot betis, paha, sampai pinggul, juga membantu merangsang koordinasi jemari kaki,  sehingga memembuat anak bisa berjalan dengan lebih baik. Jika anak mengalami jatuh bangun, itu hal biasa yang justru memberi pengalaman pada anak untuk tidak mudah menyerah.

Tentunya belajar berjalan secara alami ini membutuhkan bantuan dan pengawasan orang tua. Ada beberapa persiapan sederhana yang perlu dilakukan, seperti memastikan lantai dalam keadaan bersih dan tidak licin.Satu lagi saran Karel. Ajaklah si kecil berenang. Kegiatan yang satu ini membuat seluruh otot tubuh bergerak, temasuk kaki, lengan, dan leher. Dan ini sangat bagus untuk merangsang perkembangan motorik anak

Sumber: ParentsIndonesia

Read More...

Makanan Pendamping Asi Bayi 6 bulan

Yuk simak
MPASI BAYI 6 BULAN

Tambahan makanan disela-sela pemberian ASI atau dikenal dengan MPASI sangat dianjurkan diberikan kepada bayi yang sudah berusia 6 bulan. Selain karena tubuhnya sudah mulai membutuhkan berbagai zat penunjang pertumbuhan, pada usia ini bayi juga harus mulai di latih untuk mengenal berbagai macam makanan dalam rangka menyeimbangkan sistem pencernaan dan untuk membantu kekebalan tubuhnya. Berikut resep makanan bayi 6 bulan ke atas beseta cara memasaknya :

A.   UMUR 6 BULAN :

Pertama kali memberikan MPASI (Makanan Pendamping ASI) kepada bayi disarankan untuk mengenalkan tekstur yang encer terlebih dahulu. Mulailah dengan makanan lunak seperti biskuit yang diencerkan pakai air atau susu dan kenalkan juga secara perlahan bubur susu. Kemudian dicoba dikombinasikan dengan sayuran dan buah. Untuk penggunaan susu bisa menggunakan ASI atau Susu Formula.

1.  RESEP BUBUR SUSU
Bahan:
3 sdm tepung beras halus; 200 ml susu formulaCARA MEMBUAT BUBUR SUSU :
Larutkan tepung beras halus dengan susu formula, aduk sampai rata.Panaskan dengan api kecil sambil diaduk sampai kental dan matang (sampai meletup-letup).Angkat, lalu aduk-aduk sampai asapnya hilang dan panasnya berkurang.Tuang ke dalam mangkuk bayi, siap untuk disajikan. 2.  RESEP BUBUR SUSU KENTANG

Bahan : 

1 buah kentang, rebus lengkap dengan kulitnya 100 ml susu formula75 ml air matang1 sdm tepung beras halus

CARA MEMBUAT BUBUR SUSU KENTANG :

Kupas kentang rebus, kemudian haluskan dengan blender atau food processor. Campur dengan susu formula dan air matang. Tambahkan tepung beras halus, aduk sampai semua bahan tercampur rata.Panaskan dengan api kecil sambil diaduk sampai bubur matang dan kental. Angkat, lalu aduk-aduk sampai asapnya hilang dan panasnya berkurang. Tuang ke dalam mangkuk bayi, siap untuk disajikan.

3.  RESEP BUBUR BUAH

Bahan:

1 sdm tepung beras merah10 ml air matang100 ml ASI 50 gr buah matang - haluskan (dapat menggunakan buah pisang, jeruk, pear, apel, pepaya, alpukat, dll)

CARA MEMBUAT BUBUR BUAH :

Larutkan tepung beras merah ke dalam air, aduk rata. Masak di atas api kecil hingga matang sambil diaduk agar tidak menggumpal.Masukkan pepaya, masak sejenak. Angkat, lalu aduk-aduk sampai asapnya hilang dan panasnya berkurang.Setelah hangat (kira-kira 40 derajat), Tuangkan ASI atau susu formula lanjutan yang telah dilarutkan, aduk rata. Tuang ke dalam mangkuk bayi, siap untuk disajikan.

4.  RESEP BUBUR KACANG HIJAU

Bahan : 

100 gr kacang hijau kupas, rendam, tiriskan250 cc jus apel1 buah wortel, kupas, potong dadu400 cc air10 sdm susu formula 1

CARA MEMBUAT BUBUR KACANG HIJAU : 

Sangrai kacang hijau hingga matang. Haluskan dan ayak.Rebus wortel dengan air hingga tinggal setengah. Ambil airnya.Campur kacang hijau bubuk dengan jus apel dan air rebusan wortel. Aduk hingga rata. Jerang di atas api sedang sambil diaduk hingga mendidih.Masukkan susu formula 1 sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Angkat. Berikan pada bayi selagi hangat.

B.   UMUR 7-8 BULAN

Selagi tetap memberikan menu makanan bayi umur sebelumnya, di usia ini sudah bisa mulai diperkenalkan dengan makanan yang bertekstur lebih kasar (semi padat), yaitu nasi tim saring dan kemudian secara bertahap bisa dikenalkan dengan nasi tim tanpa disaring.

Jenis sayur dan buah yang disarankan: asparagus, wortel, bayam, sawi, bit, lobak, brokoli, mangga, blewah, timun suri, peach. Bisa juga ditambahkan ayam, daging sapi giling, hati ayam/sapi, ikan, tahu, tempe, telur ayam kampung.

1.  RESEP NASI TIM SARING BROKOLI

Bahan :

20 gr beras625 cc air25 gr daging giling25 gr brokoli buang tangkainya25 gr tomat dipotong kecil1 butir kuning telur ayam kampung10 gr keju parut

CARA MEMBUAT NASI TIM SARING BROKOLI :

Rebus beras, air, dan daging giling sampai menjadi bubur, masukkan brokoli dan, tomat hingga matang.Masukkan kuning telur dan keju parut sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.

2.  RESEP NASI TIM SARING HATI AYAM

Bahan :

20 gr beras625 cc air25 gr hati ayam25 gr tempe25 gr tomat dipotong kecil25 gr daun bayam iris kasar1 sdt mentega

CARA MEMBUAT NASI TIM SARING HATI AYAM :

Rebus beras, air, hati ayam, dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan bayam dan tomat hingga matang.Masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.

3.  RESEP NASI TIM SARING AYAM DENGAN WORTEL

Bahan :

20 gr beras625 cc air25 gr daging ayam giling25 gr tempe25 gr wortel25 gr tomat dipotong kecil1 sdt mentega

CARA MEMBUAT NASI TIM SARING AYAM DENGAN WORTEL :

Rebus beras, air, daging ayam giling dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan wortel dan tomat hingga matang.Masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.

4.  RESEP NASI TIM SARING IKAN

Bahan :

20 gr beras625 cc air25 gr ikan (tenggiri/ tuna/ salmon)30 gr tempe50 gr labu siam50 gr tomat dipotong kecil1 sdt mentega

CARA MEMBUAT NASI TIM SARING IKAN :

Rebus beras, air, ikan, dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan labu siam dan tomat hingga matang. Masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.

5.  RESEP NASI TIM SARING DENGAN TERI

Bahan :

20 gr beras625 cc air25 gr tempe25 gr daun bayam25 gr tomat dipotong kecil1 sdm teri bubuk1 sdt mentega

CARA MEMBUAT NASI TIM SARING DENGAN TERI :

Rebus beras, air, dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan bayam, tomat dan teri bubuk hingga matang. Masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.

Teri Bubuk : Cuci teri medan lalu sangrai sampai kering dan berwarna kecoklatan. Tumbuk halus teri sangrai, ambil 1 sdm teri, sisanya disimpan dalam tempat kering tertutup untuk stok.

6.  RESEP NASI TIM CINCANG

Bahan :

500 - 750 ml air2 sdm beras50 gr tahu, cincang25 gr daging giling50 gr wortel parut25 gr tomat cincang2 sdm santan kental

CARA MEMBUAT NASI TIM CINCANG :

Rebus air bersama , tahu dan daging giling. Aduk-aduk dan masukan wortel serta tomat, aduk dan masak hingga sayuran matang & angkat.Tuang santan, aduk hingga tercampur rata kemudian angkat kemudian tuangkan kedalam mangkuk tahan panas.Panaskan dandang dan kukus nasi tim sampai airnya habis. Angkat dan sajikan.

C.   UMUR 9,10,11, DAN 12 BULAN

Lanjutkan pemberian menu sebelumnya, apalagi yang disukai sang bayi. Coba mengkombinasikan dengan bubur beras atau nasi lembek, lauk pauk dengan sayuran seperti soup, dan berbagai variasi lainnya karena pada usia anak lebih dari 1 tahun sudah bisa mengkonsumsi makanan keluarga.

1.  RESEP NASI TIM HATI

Bahan :

600 ml air2 sdmberas25 gr hati ayam, iris kecil25 gr tempe50 gr labu kuning parut1 iris tomat matang1 sdt minyak

CARA MEMBUAT NASI TIM HATI :

Masak air bersama beras, hati ayam serta tempe, aduk perlahan hingga mengental.Masukan labu kuning, tomat dan masak sambil diaduk hingga matang.Tambahkan minyak, aduk hingga tercampur rata. Angkat dan biarkan hingga dingin.Saring atau masukan kedalam blender dan haluskan.Tuang dalam mangkuk dan sajikan segera.

2.  RESEP NASI TIM TELUR

Bahan :

20 gram beras, cuci bersih625 ml air25 gram hati ayam50 gram tahu1 butir telur25 gram wortel, parut25 gram daun kangkung yg muda, iris halus2 sdm santan matang

CARA MEMBUAT NASI TIM TELUR :

Rebus beras dengan air, hati ayam, dan tahu sambil terus diaduk hingga menjadi buburMasukkan telur, aduk terus hingga telur matangMasukkan kangkung dan wortel, masak sampai sayuran matangTambahkan santan. Aduk hingga rata. Angkat

3.  RESEP TIM JAGUNG ISI IKAN

Bahan:

50 gr jagung (yang muda), serut, haluskan625 ml santan25 gr daging ikan ekor kuning, cincang kasar50 gr tahu25 gr tomat25 gr wortel, parut kasar1 sdm kecap manis1 sdt margarin/mentega

CARA MEMBUAT TIM JAGUNG ISI IKAN :

Rebus jagung dengan santan, ikan, dan tahu sampai menjadi bubur.Masukkan tomat dan wortel, masak sampai sayuran matang.Beri kecap dan margarin/mentega. Aduk rata. Angkat.Tempatkan dalam wadah. Setelah dingin, berikan pada bayi.

4.  RESEP BUBUR BERAS MERAH

Bahan : 

100 gr beras merah, rendam, tiriskan, haluskan, dan ayak600 kaldu ayam5 sdm susu formula 1100 gr pepaya matang, haluskan5 sdm air jeruk manis

CARA MEMBUAT BUBUR BERAS MERAH : 

Campur tepung beras merah dengan kaldu ayam, aduk rata. Jerang di atas api sambil diaduk hingga matang. Angkat.Tambahkan susu formula 1, aduk rata.Tambahkan pepaya dan air jeruk manis, aduk rata. Berikan pada bayi selagi hangat.

5.  RESEP BUBUR BERAS STROBERI/ STRAWBERRY

Bahan :

1 sdm Tepung Beras50 gr Stroberi, haluskan dengan blender1 sdm Susu Formula Lanjutan, larutkan dengan air secukupnya150 ml Air

CARA MEMBUAT BUBUR BERAS STROBERI/ STRAWBERRY :

Larutkan tepung beras dengan air, aduk hingga tercampur betulo Didihkan hingga larutannya mengental dan matang - jangan lupa untuk terus mengaduknyaBegitu sudah matang, sesaat sebelum diangkat, tambahkanlah stroberi yang sudah dihaluskanTambahkan pula susu formula yang sudah dilarutkan dengan air. Siap untuk disajikan.Demikian beberapa variasi resep makanan bayi yang diurutkan berdasarkan usia. Tetapi pada penerapannya, pengurutan tersebut akan lebih berpengaruh dengan selera/ nafsu makan anak. Selain itu pemilihan makanan dengan jenis bubur juga dapat diberikan saat bayi atau balita dalam keadaan sakit. Bagi anak yang berusia di atas 1 tahun dapatkan resep lainnya di Variasi Makanan Balita
Sumber: resepmasakankreatif

Read More...

BAB pada Bayi

Khawatir Bayi Tidak BAB / Pup Berhari - hari saat masih ASI, Yuk Bunda Kita Share Mengenai " PUP Pada Bayi ASI "

# Meski frekwensi BAB pada bayi bisa menjadi petunjuk yang berharga tetapi ada banyak faktor lain yang menyebabkan pola BAB.

# Di hari-hari awal BAB bayi berwarna hitam, ini disebut mekonium, ini merupakan sisa absorpsi dari ketuban ketika berada dirahim ibu.

# Tinja normalnya berwarna kuning, kuning-hijau / kecoklatan. Bukan merupakan sesuatu abnormal jika tinja terkadang berwarna hijau.

# Baunya sedang, tidak terlalu busuk. Konsistensinya bisa mirip seperti telor orak arik, kacang polong atau mustard.

# BAB dapat berwarna hijau atau jingga, terdapat dadih atau lendir, atau seperti busa.

# PUP seperti berbusa terjadi karena kandungan laktosa pada ASI, tidak usah khawatir ya bun, ini normal kok...nanti juga hilang sendiri.

# Kebanyakan bayi setelah beberapa hari pertama BAB sebanyak 2-5 kali dalam 24 jam sampai berusia 6 minggu.

# Setelah 3-4 hari pertama, BAB seharusnya meningkat dan akhir minggu ke 1 dapat mengeluarkan 2-3 kotoran berwarna kuning setiap hari.

# Beberapa bayi bisa BAB lebih sering dan untuk bayi sehat juga bisa mengalami frekwensi BAB yang lebih jarang.

# Frekwensi BAB pd hari/minggu awal kelahiran memang sering banget bun, ini karena ASI yg mengandung kolostrum punya sifat pencahar.

# Normal jika frekwensi BAB bayi ASI menurun saat kolostrum yg bersifat pencahar, sudah tidak ada di ASI setelah sekitar usia 6 minggu.

# Seorang bayi pd usia ini dapat terus mempunyai frekwensi BAB sebanyak 5 kali sehari, kadang bahkan sehabis disusui.

# Normal juga jika bayi ASI usia > 6w hanya BAB 1x tiap beberapa hari. Beberapa bayi yang sehat bahkan hanya BAB seminggu sekali.

# Selama bayi sehat, bentuk tinja wajar, yakni kental dan atau lembek, berarti bayi tidak sembelit.

# Selagi berat badan bayi naik, terlihat senang dan aktif, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari BAB yang jarang.

# Tidak perlu juga untuk buru2 memberikan obat pencahar atau jus buah...memaksa BAB keluar justru bisa bahaya.

# Usia 2 - 6 bln seiring sempurnanya sistem pencernaan bayi, ASI bisa terserap sempurna tanpa tinggalkan sisa.

# Jadi kalau tiba2 bayi tidak PUP 6 hari dan bayi tidak rewel, No Need To Worry ya bun...Kalau khawatir boleh cek ke dokter di hari ke 7.

# Jika ada hal-hal yang mencurigakan seperti BAB ada darah, anak rewel, ngeden kesakitan, segera ke dokter ya bun...

Semoga bermanfaat,,, salam PUP 

Dikutip dari : https://m.facebook.com/permalink.php?id=110197289039873&story_fbid=452641201462145

Read More...

PATOKAN SUHU DEMAM BAYI

ini merupakan patokan  sesuai dengan lokasi pengukuran suhunya.

Demam adalah kondisi di mana otak mematok suhu di atas setting normal yaitu di atas 38’C.

Lokasi

Demam Rendah

Demam Sedang

Demam Tinggi

Ketiak

37.2’C – 38.3’C

38.3’C – 39.5’C

>39.5’C

Mulut

37.7’C – 38.8’C

38.8’C – 40’C

>40’C

Sumber: Parenting indonesia

Read More...

Persiapan MELAHIRKAN

Persiapan MELAHIRKAN
Tidak ada kata terlalu awal untuk menyiapkan diri menghadapi kelahiran si kecil. Ayo ajak pasangan Anda untuk bersiap.
Persiapan menyambut kedatangan si kecil rasanya tidak ada habis-habisnya.Di kehamilan pertama, saya yakin sekali sudah menyiapkan semuanya. Sayangnya, saya kurang menyiapkan pasangan saya! Ia sampai hampir lupa memasukkan koper ke dalam mobil, lho. Juga, ia clueless soal benda-benda keperluan saya dan si calon buah hati. Kesalahan seperti inilah yang membuat saya lebih bersiap lagi menghadapi kehamilan kedua.
Memasuki bulan ke-8 kehamilan, mama sebaiknya sudah melakukan persiapan. Terkadang si kecil enggan menunggu sampai tanggal perkiraan kelahiran, bahkan lahir 2-3 minggu lebih cepat. Nah, berikut berbagai hal yang perlu disiapkan agar Anda lebih tenang saat berangkat ke rumah sakit. 
1. MENYIAPKAN TEMPAT PERSALINAN
Kapan? Bulan ke-6 kehamilan
Memasuki trimester ketiga, berdiskusilah dengan dokter seputar proses persalinan yang akan Anda pilih, apakah normal atau via operasi caesar. Semua mama ingin melahirkan secara normal tapi umumnya, kondisi kesehatan mama dan janin akan banyak berpengaruh pada hal ini. Juga, tentukan rumah sakit untuk tempat melahirkan si kecil. Perhatikan jarak tempuh yang harus dilalui dan periksa apakah Anda perlu mendaftar dulu sebelum melahirkan. Untuk menetapkan pilihan, tanyakan pada dokter atau pihak rumah sakit, lihatlah fasilitas yang disediakan dan juga tempat menunggu selama proses persalinan, kebijakan rumah sakit tentang IMD (Inisiasi Menyusui Dini), biaya, dll. Yang pasti, tanyakan semua hal yang Anda anggap penting dan cari tahu juga pengalaman orang-orang yang sudah pernah melahirkan di sana.
2. MENYIAPKAN TAS MAMA DAN BAYI
Kapan? Bulan ke–7 kehamilan.
Isi tas mama:
•    Baju tidur dengan kancing di depan (untuk menyusui) dan baju untuk pulang.
•    Pakaian dalam, bra menyusui danbreast pad.
•    Gurita atau korset, dan alat pompa ASI.
•    Pembalut khusus setelah melahirkan.
•    Keperluan mandi dan make upseperlunya.
•    Bahan bacaan atau mp3 player untuk teman pengusir bosan.
•    Kartu rumah sakit, ponsel dan daftar nomor telepon penting.
Isi tas bayi:
•    Popok kain, atau popok sekali pakai ukuran newborn.
•    Baju, celana, dan topi bayi.
•    Kaus kaki, sarung tangan, dan selimut.
3. MENYIAPKAN KEPERLUAN BAYI
Kapan? Bulan ke-7 kehamilan
Untuk memudahkan mama, kelompokkan keperluan si kecil menjadi 4 bagian, yaitu:
Pakaian bayi:
•    Popok bayi, baik yang terbuat dari kain biasa atau berbentuk cloth diaper.
•    Beberapa variasi blus, seperti blus berlengan pendek, panjang, dan tanpa lengan. Sebaiknya blus si kecil terbuat dari bahan katun, dan cobalah untuk membeli dalam beberapa ukuran
•    Celana bayi, panjang dan pendek.
•    Kaus kaki, sarung tangan, dan topi bayi.
Kamar bayi:
•    Boks bayi. Ketika memilih, coba perhatikan keamanan dan pastikan bahan yang digunakan tidak beracun.
•    Keperluan boks, seperti bumper, bantal, seprai, sarung bantal, selimut, dan perlak.
•    Meja ganti (baby tafel). Bisa juga merangkap lemari atau laci untuk menyimpan keperluan bayi.
•    Lemari atau rak pakaian. Jika meja ganti belum merangkap rak pakaian, sebaiknya letakkan rak atau lemari berdekatan dengan meja ganti.
•    Sofa yang nyaman bagi mama ketika harus menyusui atau menimang-nimang si kecil.
•    Baik untuk dinding maupun perabot, pilihlah cat dengan bahan nontoxic dan lakukan pengecatan jauh-jauh hari agar bau cat sudah hilang ketika bayi Anda lahir. Catatan: Jangan ikut mengecat kamar bayi ya, Ma. Bau cat yang terhirup tidak baik bagi kesehatan Anda.
Keperluan mandi dan kebersihan:
•    Bak mandi bayi dan karet anti-slipnya.
•    Keperluan mandi, seperti sabun dan shampo.
•    Waslap untuk mandi.
•    Bola-bola kapas berair dan tisu basah.
•    Krim ruam popok, baby oil, dan minyak telon.
•    Sisir bayi, gunting kuku, dan termometer.
Keperluan bepergian:
•    Tas bayi.
•    Selimut bertudung.
•    Gendongan bayi.
•    Stroller dan car seat untuk bayi. Perhatikan segi keamanannya dan produk harus sesuai usia bayi.
4. MENYIAPKAN CALON PAPA
Kapan? Bulan ke-7 kehamilan.
Catatan khusus: Papa memiliki peran yang sangat penting dalam membantu mama melewati masa persalinan. Ada berbagai hal yang harus disiapkan pasangan Anda untuk mengurangi ketegangan saat persalinan:
•    Menyiapkan tas untuk dirinya. Ya, papa juga perlu menyiapkan tas, bila Anda (tiba-tiba) menolak untuk ditinggal sendiri di rumah sakit. Siapkan pakaian ganti, alat mandi, bahan bacaan, serta kamera atauhandycam untuk mengabadikan momen kelahiran si kecil.
•    Mengetahui letak tas mama dan bayi disimpan (juga mengetahui isinya!). Jadi, papa tidak bingung saat dimintai tolong untuk mengambilkan sesuatu dari dalam tas.
•    Mencari tahu rute tercepat dan jalan alternatif menuju rumah sakit. Jika perlu, lakukan uji coba terhadap rute ini sebelumnya.
•    Menyiapkan mental untuk mendampingi saat Anda melahirkan. Namun, jangan paksa calon papa untuk masuk ke kamar bersalin ya. Pastikan papa benar-benar siap mendukung proses kelahiran si kecil.
5. MENYIAPKAN CALON KAKAK
Kapan? Bulan ke-6 kehamilan.
Catatan khusus: Untuk hal ini, bekerjasamalah dengan pasangan Anda. Bila perlu, minta juga bantuan orangtua Anda. Coba untuk menyiapkan anak pertama Anda sejak awal kehamilan, dengan mengabarkan padanya bahwa ia akan menjadi seorang kakak.  Biasanya, anak merasa cemas kalau kasih sayang orangtuanya akan berkurang saat adiknya lahir nanti. Jadi, beri ia penjelasan bahwa Anda akan selalu menyayanginya. Ikut sertakan juga kakak dalam mempersiapkan keperluan bayi agar ia tidak merasa terabaikan.
    Diskusikan juga dengan papa tentang siapa yang akan menjaga si kakak selama Anda di rumah sakit. Bila mau, ia boleh menginap di rumah anggota keluarga yang sudah dikenal dan akrab dengannya, seperti kakek nenek. Bisa pula, mereka menginap di rumah Anda untuk menemani si kakak. Yang jelas, pastikan ia merasa nyaman dan tetap mendapat perhatian dari Anda dan pasangan. Di hari libur, papa juga dapat membawa si kakak mengunjungi Anda dan adik bayi di rumah sakit, agar ia mulai terbiasa dengan kehadiran adiknya. 
6. MENYIAPKAN CUTI HAMIL
Kapan? Bulan ke -6 kehamilan.
Catatan khusus: Sejak masa awal kehamilan, sebaiknya Anda sudah memberitahu pimpinan Anda dan memastikan fasilitas cuti hamil atau asuransi pada bagian HRD. Bila memungkinkan, cuti diambil 3 bulan setelah melahirirkan. Selain menjadi hak mama untuk memulihkan kondisi tubuh, masa cuti ini juga merupakan masa bagi si kecil untuk menjalin kelekatan (bonding) dengan Anda dan mendapat ASI eksklusif. Untuk urusan pekerjaan yang Anda tinggalkan, informasikan dan delegasikan tugas pada kolega Anda. Juga beritahukan pada klien nama rekan Anda yang bisa dihubungi selama Anda mengambil cuti melahirkan.
7. MENYIAPKAN SI MBAK
Kapan? Bulan ke-7 kehamilan.
Catatan khusus: Delegasi, itu kata kuncinya. Delegasikan tugas-tugas rumahtangga pada asisten rumahtangga atau keluarga. Jelaskan apa saja yang harus mereka lakukan dan tinggalkan uang untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Jangan lupa, tempelkan daftar nomor telepon penting di dekat pesawat telepon.
8. MENYIAPKAN DIRI UNTUK PROSES MELAHIRKAN
Kapan? Bulan ke-6 kehamilan.
Catatan khusus: Selain mental, siapkan juga fisik Anda untuk proses persalinan yang cukup melelahkan. Jaga pola makan dengan cara mengonsumsi makanan sehat dan lakukan olah raga sesuai anjuran dokter. Ikuti juga kelas senam atau yoga kehamilan yang bisa membuat Anda lebih rileks serta belajar bernafas dan mengejan yang benar saat melahirkan nanti. Inilah beberapa tanda menjelang melahirkan:
•    Keluar lendir bercampur darah dari vagina.
•    Kontraksi yang jaraknya semakin berdekatan.
•    Pecahnya air ketuban.
    Jika tidak yakin dengan tanda-tanda yang muncul, coba hubungi dokter atau rumah sakit. Mereka akan menanyakan tanda-tanda yang Anda alami dan memberitahu apa yang harus dilakukan. Namun, bila air ketuban sudah pecah, jangan ragu lagi Ma. Segera berangkat ke rumah sakit bersalin dan jangan lupa membawa tas perlengkapan mama, bayi, dan papa.
9. MENYIAPKAN DIRI SAAT TANDA-TANDA KELAHIRAN BELUM MUNCUL JUGA
Kapan? Bulan ke-9 kehamilan.
Catatan khusus: Jangan panik. Ini mungkin terjadi bila siklus haid tidak teratur atau berlangsung lama. Coba lakukan pemeriksaan rutin dan konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan melahirkan via operasi caesar.
    Di masa ini, Anda mungkin juga akan merasa 'antiklimaks' dan depresi, apalagi ditambah pertanyaan orang-orang sekitar tentang waktu perkiraan melahirkan. Tetaplah rileks, Ma. Biasanya, dokter menyarankan agar Anda memperbanyak jalan kaki untuk mempercepat proses persalinan.
10. MENYIAPKAN DIRI UNTUK MASA SETELAH MELAHIRKAN
Kapan? Mulailah mencari info sejak awal kehamilan.
Catatan khusus: Setelah 9 bulan, akhirnya bayi kecil yang dinanti-nantikan lahir dan berada di pelukan Anda. Apa yang harus dilakukan? IMD bisa membantu Anda dalam memulai proses menyusui dan menjalin kelekatan dengan si kecil. ASI yang pertama keluar benar-benar istimewa, karena mengandung zat antobodi yang penting bagi bayi.
    Di masa-masa ini, mungkin Anda akan dihantui berbagai rasa cemas dan keletihan fisik yang membuat Anda rentan terkena sindroma baby blues. Jangan segan untuk meminta bantuan pasangan dan anggota keluarga Anda. Pastikan juga Anda makan  teratur dan cukup istirahat. Bila Anda bahagia, bayi Anda pasti akan bahagia.
  Cepat langsing setelah melahirkan 
  Jalin Hubungan Baik dengan Guru Anak 
  Melahirkan minus rasa sakit? 
  Mengisi Waktu Liburan di Rumah 
  Persiapan Anak Mulai Sekolah 
Read More...